menuj Terjemahan Kitab Minhatul Mughits | Hadits Musalsal (Part 23) - Pena Teungku //
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Terjemahan Kitab Minhatul Mughits | Hadits Musalsal (Part 23)


 الحديث المسلسل

هو ما تتباع واته او روايته على وصف واحد وتتابع الرواة على وصف اعم من ان يكون قوليا او فعليا او هما معا

مثال الاول قوله صلى الله عليه وسلم لمعاذ رضى الله عنه يا معاذ انى احبك فقل فى دبر كل صلاة اللهم اعنى على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك فانه مسلسل يقول كل من الرواة لمن يرويه عنه وانا احبك فقل

(Hadist Musalsal)

Hadist Musalsal adalah hadist yang saling mengikuti periwayat atau riwayatnya pada satu sifat, dan saling mengikuti periwayat pada satu sifat itu lebih umum yang mencakup qauly, fi'ly atau keduanya (qauly dan fily) secara bersamaan.

Contoh yang pertama (musalsal qauly) adalah sabda Nabi shallahu alaihi wasallam bagi Mu'az radhiallahu 'anhu "Wahai Mu'az, sesungguh aku mencintaimu maka katakanlah sebelum melakukan shalat Ya Allah bantulah akau untuk berizikir kepadamu, mensyukurimu dan bagus dalam beribadah kepadamu", maka hadist ini adalah musalsal, karena setiap yang meriwayatkannya mengatakan lafad "sesungguhnya aku mencintaimu, maka katakanlah"

ومثال الثانى قول ابى هريرة شبك بيدى ابو القاسم صلى الله عليه وسلم وقال خلق الله الارض يوم السبت والجبال يوم الاحد والشجر يوم الاثنين والمكروه يوم الثلاثاء والنور يوم الاربعاء والدواب يوم الخميس وآدم يوم الجمعة فانه مسلسل بتشبيك كل واحد من رواته بيد من رواه عنه

Contoh yang kedua (fi'ly) yaitu perkataan Abu Hurairah "Menggabungkan tanganku oleh Abu Qasim (Rasulullah) shallahu alahi wasallam, kemudian Rasulullah shallahu alaihi wasallam, Allah Menciptakan bumi pada hari Sabtu, gunung pada hari Ahad, pohon pada hari Senin, sesuatu yang di benci pada hari Selasa. cahaya pada hari Rabu, binatang pada hari Khamis, Nabi Adam pada hari Jum'at, maka sesungguhnya hadist ini adalah musalsal dengan sebab mengabungkan tiap tiap perawi yang meriwayatkan hadist kepada orang lain.

ومثال الثالث حديث انس لا يجد العبد حلاوة الايمان حتى يؤمن بالقدر خيره وشره وحلوه ومره فانه صلى الله عليه وسلم بعد ان قاله لانس قبض لحيته الشريفة وقال آمنت بالقدر الى آخره وكذلك انس يفعل هكذا بعد روايته للغير ومن رواه عنه كذلك وهلم جرا

Contoh yang ketiga adalah hadist dari pada Anas "Tidak memperdapat oleh seorang hamba akan kemanisan iman sehingga beriman ia dengan takdir baik atau buruk, takdir manis atau pahit" Setelah mengatakan itu bagi Anas, kemudian Rasulullah menggenggam jenggotnya yang mulia dan berkata "Aku beriman dengan taqdir" hingga akhirnya hadist, begitu juga Anas, beliau melakukan hal demikian saat meriwayatkan kepada orang lain, dan orang yang meriwayatkan hadist pada Anas juga melakukan hal demikian, hingga seterusnya.

وقد يقع التسلسل فى معظم الاسناد كحديث الاولية فانه ينتهى الى سفيان

واما تتابع رواية الحديث على وصف فذلك الوصف اما صيغة من صيغ الاداء او امر متعلق بزمن الرواية او مكانها او تاريخها

مثال الاول ان يروى جميع الرواة الحديث بصيغة انبأنى او حدثنى او نحو ذلك

ومثال الثانى قوله صلى الله عليه وسلم قص الاظفار ونتف الابط وحلق العانة يوم الخميس والغسل والطيب واللباس يوم الجمعة

ومثال الرابع الحديث المسلسل بالاخرية ككون الراوى آخر من روى عن شيخه فيقول اخبرنا فلان واتاآخر من روى عنه

Kadang-kadang tasalsul terjadi pada kebanyakan sanad, seperti hadist Awwaliyah, maka hadist ini cuma sampai kepada Sufyan (hadist Awwaliyah adalah hadist yang selali di baca pada permulaan, contohnya, (الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ، ارْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ)

Adapun saling mengikuti riwayat hadist pada satu sifat, maka sifat adakala lafad meriwayatkan hadist atau perkara yang berkaitan dengan zaman riwayat, tempat riwayat atau tanggal riwayat.

Contoh yang pertama (lafad meriwyatkan) bahwa mempunyai kesamaan pada periwayatan hadist dengan lafad انبأنى, حدثنى atau lafad yang lain.

Contoh yang kedua (zaman riwayat) adalah sabda Nabi sabda Nabi shallahu alaihi wasallam "Memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mecukur bulu kemaluan adalah pada hari Khamis, dan mandi, memakai minyak wamgi, memakai pakaian adalah pada hari Jum'at"

Contoh yang ke empat (tanggal) adalah hadist yang berkaitan dengan akhir, seperti keadaan perawi adalah orang yang paling akhir yang meriwayat dari seorang guru, maka ia berkata "Mengkhabarkan kepadaku oleh seseorang, dan aku yang paling akhir yang meriwayatkannya"

Baca Sebelumnya : Part 22

Baca Lanjutannya : Part 24

Link Lengkap : Terjemahan Minhatul Mughits

Post a Comment for "Terjemahan Kitab Minhatul Mughits | Hadits Musalsal (Part 23) "